• ASEAN's Conference


  • Halal Bi Halal


    August 30, 2014
  • ASEAN

Tuesday, January 27, 2015

Perubahan Konstruksi Human Security dari HIV/AIDS ke Ebola Outbreak oleh Ecowas



Pendahuluan
Munculnya isu-isu baru dalam Ilmu Hubungan Internasional saat ini membuat penulis tertarik untuk menelisik lebih mendalam tentang kajian human security terutama di kawasan Afrika Barat. Isu – isu baru tentang human security sebagai isu non tradisional saat ini sangat mengancam bagi kehidupan manusia terutama bagi masyarakat internasional khususnya negara sebagai decision making process dan aktor utama dalam Ilmu Hubungan Internasional. Hanya karena sebuah virus yang tidak dapat diremehkan ataupun dihindari, dapat membuat negara satu dengan negara lain ikut berimbas terkena secara langsung layaknya kartu domino dan hanya karena sebuah virus, virus dapat dengan mudah melewati border suatu negara dengan cepat dan menyebar dengan luas dalam hitungan detik dan mengancam bagi kedaulatan negara terutama keberlangsungan setiap individu.

Saturday, November 22, 2014

Tentang Ilmu Hubungan Internasional Universitas Brawijaya


Tentang Ilmu Hubungan Internasional Universitas Brawijaya


Jurusan Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Brawijaya Malang walaupun masih terbilang cukup muda tetapi peminatnya banyak yang diminati. Terutama saya sebagai seorang Mahasiswa HI buat adik-adik SMA/SMK/MA akan saya kasih tahu informasi seputar HI di UB.
Di jurusan Ilmu Hubungan Internasional Universitas Brawijaya ada tiga peminatan lagi yang akan diarahkan kalian untuk spesialisasi dalam menyelesaikan skripsi, Praktik Kerja Nyata dan aplikasi di luar kampus.
Ada tiga peminatan seperti Kajian Keamanan dan Perdamaian Internasional, Kajian Ekonomi Politik Global, dan Kajian Transformasi Global.

Sunday, November 16, 2014

Sejarah Terbentuknya Uni Eropa

Terbentuknya Uni Eropa sebagai salah satu bentuk organisasi supranasional yang kompleks di Kawasan Eropa tidak terlepas dari sejarah. Sejarah terbentuknya Uni Eropa seperti sekarang berawal dari Pasca Perang Dunia Kedua setelah negara-negara di Kawasan Eropa collapse akibat Perang Dunia Kedua yang membuat sektor ekonomi hancur dan mati. Bantuan Amerika Serikat yaitu Marshall Plan yang menjadi economic assitance untuk memperbaiki sendi-sendi tulang punggung ekonomi negara-negara Eropa agar dapat hidup kembali.[1]
Salah satu langkah awal dalam perjalanan panjang pembentukan Europe unity diawali pada tahun 1948, The Organization of European Economic Cooperation  (OEEC) yang dikoordinasi dari Marshall aid. Kunci utama sejarah awal menjadi kesuksesan Uni Eropa berasal dari kerjasama ekonomi yaitu  coal and steel. Bahwa Ruth Basin merupakan wilayah industri yang sangat berpotensi di Eropa bagian barat dalam memproduksi timah dan tembaga. Pada tahun 1950, Kementerian Luar Negeri Perancis, Robert Schuman memprakarsai integrasi antara Perancis dan Jerman dalam memproduksi coal and steel dibawah institusi supranasional yang disebut High Authority. Diikuti oleh Itali, Belgia, Belanda, dan Luxemburg, bahwa Schuman Plan menjadi fondasi awal terbentuknya European Coal and Steel Community (ECSC) di tahun 1951.[2]
Kemajuan dalam kerjasama ekonomi dari European Coal and Steel Community (ECSC) berkembang menjadi European Atomic Energy Community (EURATOM) dari Traktat Roma pada tahun 1957 untuk bekerjasama dalam penggunaan energi dan integrasi ekonominya berkembang pada tahap berikutnya di tahap The European Economic Community tahap Common Market. Pada tahap integrasi ekonomi Common Market, bahwa negara-negara anggota EURATOM tersebut untuk mengeliminasi hambatan segala tarif dalam perdagangan dan membuat tarif eksternal bagi non anggota.Eliminasi hambatan tarif tersebut diterapkan dari segi bidang pertanian, transportasi dan imigran bagi negara-negara anggota. [3]
Akan tetapi, Inggris menolak untuk bergabung karena ketakutan kehilangan kedaulatannya dan perdagangan tersebut disebut sebagai the European Free Trade Association. Pada tahun 1961, Inggris merubah pandangannya tentang keikutsertaannya dan Presiden Perancis untuk kedua kalinya mengajak Inggris bergabung pada Common Market. Inggris, Irlandia, dan Denmark hanya menjadi anggota pada tahun 1973.[4]
Langkah berikutnya pada tahun 1967 dibawah payung Merger Treaty, institusi ECSC, EEC, dan EURATOM dimerger menjadi European Community (EC). Tahun 1968, segala hambatan seperti tarif diantara negara-negara anggota dihilangkan dan mengikuti agenda tahunan tentang pengaturan keuangan dalam hal pengeluaran European Community. Tahun 1979 merupakan pemilihan langsung yang pertama dalam pemilihan European Parliament. Disamping itu, Greece (1981), Portugal (1986), dan Spanyol (1986) bergabung pada European Community.[5]
Perluasan dari European Community membuat sebuah institusi yaitu The European Regional Development Fund dengan memberikan development aid bagi negara-negara anggota yang mengalami ekonomi yang rendah. Penandatangan The Single European Act  (SEA) tahun 1986 merupakan langkah besar terbentuknya kedaulatan diatas kedaualatan negara-negara anggota European Community.SEA memiliki 300 peraturan dakan mengatur dan mengharmonisasikan standar kebijakan bagi negara-negara anggota seperti masala pajak, kesehatan, keselamatan, tenaga kerja dan kebijakan lingkungan.[6]
Pada tahun 1992 dengan adanya  Maastricht Treaty merupakan langkah terbesar dalam membentuk European Union. EU ini memiliki struktur baru dengan adanya tiga pilar yaitu European Community membidangi custom union, internal market, common agricultural policy, economic and monetary union. Sedangkan Common Foreign and Security Policy merupakan pilar kedua dan pilar ketiga adalah Cooperation in Justice and Home Affairs.[7]
 Pada tahun 2000, adanya sebuah euro zone dengan menggantikan mata uang nasional bagi negara-negara anggota Uni Eropa dengan satu mata uang yaitu euro dan membentuk sebuah European Central Bank yang mengatur kebijakan moneter dibawah naungan Uni Eropa secara luas. Pada tahun 2004, terdapat penambahan jumlah anggota di Uni Eropa seperti Polandia, Hungaria, Slovenia, Slovakia, Republik Ceko, Lituania, Latvia, Estonia, Malta dan Cyprus. Tahun 2007, Romania dan Bulgaria ikut bergabung pada Uni Eropa akan tetapi Turki ditolak oleh Uni Eropa.[8]
Position Paper :
Keikutsertaan Azerbaijan sebagai anggota Uni Eropa dimulai pada tahun 1993. Azerbaijan yang memiliki lokasi geografis yang menguntungkan dan kaya akan sumber daya alam membuat negara ini terlihat "seksi" oleh Uni Eropa. Hubungan kerjasama Uni Eropa dengan Azerbaijan dibuktikan dengan inisiatif Uni Eropa pada proyek The Transport Corridor Europe-Caucasus-Asia Project (TRACECA) bulan Mei 1993 di konferensi Brussels melibatkan negara-negara Asia Tengah dan Bangsa-Bangsa Caucasus.[9]
Permasalahan energy security menjadi sangat mengancam bagi Uni Eropa semenjak Rusia melakukan intervensi di Ukraina. Rusia merupakan mitra utama Uni Eropa dan sebagai penghasil gas alam terbesar berkontribusi kepada Uni Eropa. Ancaman Uni Eropa kepada Rusia yang mengintervensi kepada Ukraina membuat terjadinya dependensi oleh Rusia dalam mengekspor gas alam kepada Uni Eropa berakibat pada Uni Eropa kalang kabut dalam melakukan kebutuhan gas alam sebagai energi securtiy yang dikeluarkan oleh Vladimir Putin.[10]
Peran Azerbaijan sebagai negara anggota dalam Uni Eropa sangatlah vital bahkan permasalahan energi security yang menjadi sumber kehidupan negara berperan penting dalam melangsungkan kehidupan negara. Bagi seorang Presiden Azerbaijan, Ilham Alivey,  bahwa Uni Eropa merupakan mitra kerjasama yang sangat strategis bagi Azerbaijan terutama dalam hal energy security melalui pernyataannya di Budapest 11 November 2014 dari laporan APA[11]
Disamping itu, Azerbaijan merupakan inisiator dalam penghasil gas di wilayah bagian selatan. Bahkan dua bulan yang lalu, telah dibangun pipa gas baru yang menghubungkan peta energi Eropa. Peta energi Eropa yang menjadi sumber tujuan utama bagi Azerbaijan berkerjasama dibidang ekonomi dengan Uni Eropa dan diyakini di tahun 2018-2019 akan mulai diimplementasikan ke Eropa.[12]
Kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintahan Ilham Alivey merupakan hal yang rasional dan sangat menguntungkan bagi Azerbaijan kepada Uni Eropa. Walaupun membuat dependensi gas alam yang diberlakukan oleh Rusia kepada Uni Eropa, menjadikan Azerbaijan memiliki posisi strategis yang sangat menguntungkan dibidang energy security dan sebagai substitusi bagi Uni Eropa.walaupun krisis moneter masih belum surut, tidak menjadikan suatu hambatan bagi Azerbaijan dalam melakukan kerjasama energi bersama Uni Eropa.


DAFTAR PUSTAKA

Pinder, John. 2001. The European Union : A very Short Introduction. New York : Oxford University Press
Mansback, Richard W and Kirsten L. Rafferty. 2008.  Introduction to Global Politics. New York : Routledge
Administrative Department of the President of the Republic of Azerbaijan. Azerbaijan on the internasional arena. Presidential Library, (Online), http://files.preslib.az/projects/azerbaijan/eng/gl8.pdf diakses tanggal 15 November 2014
Demirtas, Serkan. 2014. Is The Turkish-Azeri partnership enough for EU energy security ?, (Online), http://www.hurriyetdailynews.com/is-the-turkish-azeri-partnership-enough-for-eu-energy-security.aspx?pageID=449&nID=66087&NewsCatID=429, diakses tanggal 14 November 2014
News.Az. 2014. Azerbaijani President: "The European market is the most profitable for us", (Online), http://www.news.az/articles/official/93418 diakses tanggal 14 November 2014


NAMA                        : REZA AULIA RAKHMAN
KELAS                       : B HI 5
NIM                            : 125120407111024
Mata Kuliah                : Studi Kawasan Eropa (Review Panelis)











[1] Mansback, Richard W and Kirsten L. Rafferty. 2008.  Introduction to Global Politics. New York : Routledge, hlm. 432-433.
[2] Ibid.,hlm 433.
[3] Op.cit,hlm. 434.
[4] Op.cit,.hlm 435.
[5] Ibid, hlm. 435.
[6] Ibid.hlm. 435.
[7] Ibid., hlm. 435.
[8] Op.cit,hlm. 436.
[9] Administrative Department of the President of the Republic of Azerbaijan. Azerbaijan on the internasional arena. Presidential Library, hlm. 9.
[10] Serkan Demirtas. 2014. Is The Turkish-Azeri partnership enough for EU energy security ?, (Online), http://www.hurriyetdailynews.com/is-the-turkish-azeri-partnership-enough-for-eu-energy-security.aspx?pageID=449&nID=66087&NewsCatID=429, diakses tanggal 14 November 2014

[11] News.Az. 2014. Azerbaijani President: "The European market is the most profitable for us", (Online), http://www.news.az/articles/official/93418 diakses tanggal 14 November 2014
[12]Ibid.

Wednesday, October 22, 2014

Geopolitik dan Geostrategi Ottoman Empire : The Rise and Fall Ottoman Empire

            Geografi, Geopolitik, dan Geostrategi merupakan tiga variabel yang sangat berpengaruh bagi negara sebagai decfision making process dalam hal foreign policy dan power projection bagi negara sebagai aktor dalam Hubungan Internasional. Dapat diketahui bahwa geografi merupakan cakupan lingkungan alam keseluruhan isi yang ada di bumi. Sedangkan geopolitik merupakan kemampuan human factor dalam memproyeksikan power projectionnya terhadap geografi yang dimiliki dan berada dekat disekitarnya.[1] Geostrategi di kelangsungan negara di level foreign policy dimana negara berkonsentrasi terhadap projek military power dan aktifitas diplomasi secara langsung.[2]

Tuesday, October 7, 2014

UB kembali "A"










Baru sempet buka web universitas tercintaku dan muncullah gambar diatas :'D tahu kan Bloggers.... Yupsss
Setelah sempat turun Akreditasi UB dari B kini telah terjawab bahwa UB kembali menjadi A


jadi untuk Mahasiswa UB masalah tentang Akreditasi sudah tidak perlu dipikirkan kembali sekarang 

waktunya untuk UNJUK GIGI dan mengharumkan almamater kita untuk menjadi yang TERBAIK dari yang TERBAIK ;)